Masyarakat sebagaimana individu
memiliki eksistensi mandiri: Suatu masyarakat bisa memiliki dosa masyarakat,
sebagaimana individu bisa memiliki dosa individu. Masyarakat dapat memiliki
dosa sosial dengan dua sebab utama : Pertama,
Bersepakat untuk melakukan kemungkaran. Kedua,
Diam terhadap kemungkaran yang terjadi padahal kemungkaran tersebut dapat
dicegah. Sebab model pertama kemungkinan sulit kita temukan. Tetapi sebab tipe
kedua lah yang kerap kita temukan dalam kehidupan kita.
Perjalanan hidup masyarakat
merupakan perjalanan bersama, maka apabila salah seorang di antara mereka ada
yang mau melakukan dosa, yang lain wajib mencegahnya.
Keberadaan manusia di dunia
bersifat sosial. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh orang-orang yang
baik berpengaruh terhadap kebahagiaan orang lain. Demikian pula halnya,
perbuatan-perbuatan jahat pun berdampak negatif terhadap masyarakat.
Rasulullah Muhammad SAW memetaforakan
pengaruh jahat seorang anggota masyarakat seperti sekelompok orang yang
bersama-sama mengarungi samudera luas dengan sebuah perahu. Kemudian salah
seorang di antara mereka ada yang mau mencoba melobangi perahu tersebut pada
dinding perahu yang ada di dekat tempat duduknya. Penumpang yang lain tidak
melarangnya, dengan alasan karena orang tersebut hanya melobangi tempat yang
didudukinya saja. Apakah perahu tersebut tidak akan tenggelam? Jelas bahwa
perahu tersebut pasti tenggelam. Kalau mereka melarang orang tersebut melakukan
perbuatan tersebut, pada dasarnya mereka pun menyelamatkan diri mereka sendiri,
sekaligus menyelamatkan orang tadi beserta diri mereka dari bencana.
Jadi, di dalam bermasyarakat
sebagai sebuah komunitas dan disana ada yang saleh dan ada yang jahat, maka
kadang-kadang orang-orang jahat itu memperoleh manfaat dari amal orang-orang
saleh. Sebaliknya, orang-orang saleh kadang-kadang terkena akibat
perbuatan-perbuatan orang jahat.
Bercermim pada kaca sejarah yang
diungkap al-Qur'an, Bani Israil ditimpah laknat Allah melalui karena mereka
diam atas individu-individu yang melakukan kemungkaran di antara
mereka."Mereka Saling tidak melarang tindakan mungkar apa pun yang mereka
perbuat" (Qs. al-Maidah:79). Salah satu kemungkaran yang dibiarkan Bani
Israil waktu itu adalah kezaliman dan penindasan. Dengan diam, orang yang
tertindas mendukung pelestarian penindasan. Diamnya seluruh bangsa atas
penindasan penguasa adalah tonggak utama kezaliman. Kezaliman tak pernah
berlangsung tanpa kerjasama antara orang yang menzalimi dan yang
dizalimi.
Oleh karena itu, menghidupkan
mekanisme kontrol sosial dengan mengfungsikan amar ma'ruf nahy munkar merupakan
suatu keniscayaan bagi tiap masayrakat dan bangsa. "Dan hendaklah ada di
antara kamu sekelompok umat yang menyeru kepada kebaikan (al-khayr),
menyuruh kepada yang ma'ruf dan yang merncegah dari yang mungkar merekalah
orang-oarng yang berjaya."(Qs. Ali Imran:104)
Wa Allah-u A'lam bi al-shawab-i
(Prof. Subhi I)
No comments:
Post a Comment