
Sejatinya FaceBook (FB) adalah
produk teknologi moda komukasi baru, sekaligus alat yang berfungsi menjadi
"organ-virtual". Artinya, ada manfaat yang dapat dipetik dari FB,
seperti memudahkan penyebaran informasi, dan membongkar sekat spasio-temporal
dalam komunikasi.
Menariknya, ternyata FB pun
memproduksi momen-momen eksistensial.
Pertama,
"melalui" dan " di dalam" FB, seseorang dapat menemukan
kebermaknaan. Hal ini tampak dari eksistensi dalam relasi status-status dan komentar.
Ketika status seseorang dikomentari, ia merasa ada kepuasan, bak seseorang yang
dahaga di tengah padang pasir dan menemukan oase. Ekstase yang mirip dirasakan dan
mistikus yang tengah trans popular. karena itu tidak aneh status FB dijejali dengan
aneka hasrat yang saling berkontestasi menemukan sublimasinya. Bahkan mungkin,
ada yang menemukan "diri" nya di FB, karena dalam rimba kehidupan
konkret ia mengalami keterasingan, kekalahan dalam kompetisi hidup.
Kedua, FB dihayati bukan
saja sebagai alat (ekternal), tetapi menjelma menjadi
"organ-virtual". sehingga, trend yang terjadi jika seseorang tidak
FB-an, seolah kehilangan "sesuatu" dari dirinya. FB telah
"men-tubuh-kan" karena itu, FB sebenarnya telah memperluas makna Aku.
Aku menggelembung demikian rupa memenuhi jejaring FB.
Ketiga, FB menjadi
semacam, meminjam istilah Hawking, black-hole, lubang hitam yang dengan daya
gravitasinya yang maha dahsyat menyedot jiwa siapapun untuk "masuk"
ke dunia-virtual FB. Karena itu, terjadi ketidak-singkronan dalam pengalaman
spasialitas: dimana tubuh bisa jadi ada di ruang kelas, tetapi jiwanya menghuni
"ruang-virtual" FB. FB "mencuri" jiwa dari jasadnya.
Wa Allahu a'lam
No comments:
Post a Comment